1. Jeruk Navel
Jenis jeruk yang rasanya manis dengan sedikit pahit bisa dibilang merupakan jenis paling umum secara global. Saat melihat jeruk ini, kita akan mendapati bulatan yang mirip pusar di bagian bawah dan atas jeruk. Rasanya sangat mengundang dan bijinya tak terlalu banyak, sebab itulah jenis ini banyak disukai dan jadi pilihan untuk mengemil atau dibuat salad. Tak cuma itu, rasa manisnya juga cocok jika dibuat jus selama kita akan segera meminumnya setelah dibuat. Jika Grameds suka, bisa juga menambahkannya saat membuat roti atau muffin karena rasanya akan sangat menghidupkan makanan.
2. Jeruk Cara Cara
Rasa ekstra manis mungkin bisa menggambarkan jenis jeruk yang satu ini. Meski namanya terbilang unik bagi kita, jenis jeruk ini benar-benar ada, bahkan terkenal karena keasamannya rendah dan manisnya menyegarkan. Tak heran bila jenis ini menjadi “primadona” dalam cemilan, dimakan langsung, atau jus. Apalagi, mereka hanya punya sedikit biji. Jeruk Cara Cara juga disebut Navel berdaging merah karena dagingnya punya warna lebih gelap karena pigmen karotenoid alami. Pada awalnya, ia merupakan persilangan dari jeruk berdarah dan jeruk navel dan kini memiliki rasa manis yang kompleks. Jeruk ini berasal dari Venezuela, tetapi kini dapat tumbuh di sebagian besar California mulai Desember hingga April.
3. Jeruk Valencia
Jika Grameds ingin menikmati jus jeruk yang segar, pilihlah jus Valencia yang manis. Jenis jeruk ini berkulit tipis dengan daging yang kaya akan air. Dengan begitu, kita akan mendapatkan cita rasa maksimal saat membuat segelas jus. Tak hanya itu, kita juga bisa mengemilnya begitu saja, Grameds, asalkan tetap memperhatikan bijinya agar tak tertelan. Dari namanya, Grameds mungkin mengira ini adalah jeruk asal Spanyol. Meski begitu, jeruk ini sebenarnya ditemukan di California pada pertengahan tahun 1800-an. Selain itu, jeruk Valencia juga tumbuh di Florida. Berbeda dari varietas populer lain, jeruk ini justru banyak dipanen di musim panas, sekitar bulan Maret hingga Juli. Jeruk Valencia ini cocok digunakan sebagai jus, camilan, atau menjadi bagian dari salad buah.
4. Jeruk Darah atau Blood Orange
Jeruk darah? Adakah itu? Tentu saja, bukan jeruk yang berisi darah. Ini merupakan jenis jeruk yang cocok dijadikan hidangan penutup musim liburan. Dinamai demikian karena varietas ini memiliki buah yang dagingnya berwarna merah tua yang mirip darah. Jangan salah, meski namanya terkesan menyeramkan, jeruk ini sangat juicy dengan cita rasa asam dan manis. Unik, bukan? Seperti jeruk asam yang dicampur dengan rasberi yang matang. Terdapat tiga jenis utama dari jeruk darah: Sanguinello, Moro, dan Tarocco. Masing-masing punya rasa di tengah-tengah asam dan manis. Inilah yang membuat varietas ini cocok untuk dijadikan saus atau selai, bahkan jus atau dimakan langsung. Di negara subtropis, jeruk darah umumnya banyak tersedia pada akhir musim gugur hingga musim dingin, alias sekitar November hingga Maret.
5. Jeruk Seville
Ada alasan khusus mengapa buah-buahan Mediterania ini disebut sebagai jeruk asam. Rasa dari jeruk Seville ialah sedikit manis dengan rasa asam dan pahit yang mendominasi. Inilah yang menjadikannya pilihan terbaik jika Grameds ingin membuat selai jeruk karena rasanya dapat mengimbangi gula yang perlu banyak ditambahkan. Tak hanya itu, kulit dan dagingnya pun cocok untuk bumbu marinasi. Sebab, buah ini sangat asam dan mereka biasanya tak dimakan begitu saja. Oleh sebab itu, di Indonesia, kebanyakan jeruk Seville yang tersedia telah diolah menjadi bentuk selai, saus, hingga saus salad.
6. Jeruk Lima
Ada lima jeruk? Bukan itu maksudnya, Grameds. Buah asal Brasil yang juga umum di Amerika Selatan dan Mediterania ini dikenal sebagai jeruk tanpa keasaman. Mengapa? Sebab, manisnya sangat terasa sedangkan rasa asam atau pahitnya tidak terlalu. Kulitnya tebal, di dagingnya juga terselip beberapa biji. Meski begitu, jeruk Lima bagus untuk camilan karena teksturnya lembut dan cukup juicy. Satu hal yang disayangkan dari jeruk Lima ialah kurangnya rasa asam yang membuat umur simpan jeruk ini tak lama. Oleh sebab itu, sebaiknya jeruk ini cepat dikonsumsi atau dijadikan jus/minuman peras. Umumnya, varietas jeruk ini ditemukan pada akhir musim dingin sampai awal musim semi. Namun, buah ini sebenarnya sudah jarang ditemukan.
7. Jeruk Mandarin
Tahukah kamu bahwa meski disebut “jeruk mandarin”, secara teknis jeruk ini bukanlah jeruk? Ia masuk dalam kelompok buah jeruk yang kulitnya kendur, ukurannya kecil, dan bentuknya agak pipih. Jeruk ini sebenarnya merupakan persilangan dari buah mandarin dan pomelo yang mirip dengan jeruk bali meski kurang pahit. Jeruk ini berukuran kecil dan manis, kulitnya mudah untuk dikupas. Inilah sebabnya jeruk mandarin cocok dijadikan topping untuk salad atau camilan. Tidak punya biji, jeruk ini juga cocok untuk dipanggang. Biasanya, jeruk mandarin sedang segar-segarnya kala bulan Januari sampai Mei. Namun mereka tetap bisa terlihat berupa buah kalengan atau sirup yang bisa dikonsumsi sepanjang tahun.
8. Jeruk Siam
Jeruk dan jeruk siam ialah dua jenis yang berbeda meskipun seringkali dikelompokkan dalam keluarga yang sama. Secara teknis, jeruk siam termasuk dalam jenis mandarin. Keduanya pun termasuk “sepupu” dekat dari clementine. Perbedaan utama di antara clementine dan jeruk siam ialah bahwa clementine tidak berbiji, tetapi jeruk siam punya biji. Jeruk pada umumnya punya bentuk lebih besar dan rasanya lebih asam daripada jeruk siam yang kecil, manis, dan mudah dikupas. Hal ini membuatnya cocok dijadikan camilan, jus, kue, hingga salad. Jeruk siam hadir pada waktu yang cukup lama, yakni saat November hingga Mei. Jadi, kita punya banyak waktu untuk menemukan jeruk ini jika sedang segar-segarnya.
9. Clementine
Bisa dibilang, bentuk clementine sangatlah menggemaskan karena tak punya biji, kecil, dan manis. Jangan heran, orang-orang di luar negeri gemar dengan buah ini untuk menemani makan siang mereka. Sama seperti jeruk siam, jeruk clementine juga mudah dikupas karena ketebalan kulitnya yang sedikit. Secara teknis, jeruk clementine adalah tangor, yang merupakan persilangan antara jeruk mandarin willowleaf dan jeruk manis. Inilah yang menyebabkan jenis jeruk ini punya rasa manis yang unik seperti madu, ditambah keasaman yang rendah. Jeruk clementine cocok untuk dijadikan camilan, dipanggang, atau dijadikan salad. Mereka biasanya sangat segar pada bulan November hingga Januari.
10. Tangelo
Menurut definisi dari Purewow, Tangelo adalah persilangan dari jeruk mandarin dan pomelo alias jeruk bali. Bisa dibilang, jenis jeruk ini superspesial. Pucuknya menonjol dan ini membedakan Tangelo dengan jeruk lainnya. Kulitnya juga kencang dan susah dikupas. Meski begitu, dagingnya punya rasa asam dan manis, plus sangat berair. Jadi, jeruk ini bisa menjadi segelas jus yang sangat nikmat meski sulit untuk dimakan langsung. Tangelo bisa dan biasanya digunakan menjadi pengganti jeruk manis dan jeruk mandarin. Sebagian besar tumbuh di AS, buah ini banyak dicari pada bulan Desember hingga Maret.


